Cetak alami dengan teknik ecoprint memanfaatkan pigmen warna alami daun jati berhasil dikreasikan menjadi busana kain cantik oleh pelajar di Bantul, Yogyakarta. Teknik pembuatan motif kain ramah lingkungan ini mengandalkan proses ekstraksi zat warna alami dari tulang dan serat daun jati muda yang ditransfer langsung ke atas lembaran kain katun. Karya kerajinan tangan ini menghasilkan corak warna kemerahan dan bentuk daun yang unik serta eksklusif pada setiap helai kain yang diproduksi oleh siswa.
Proses pembuatan cetak kain organik ini dimulai dengan pemilihan daun jati segar yang memiliki kadar pigmen warna tinggi di pekarangan sekitar sekolah Bantul. Kain katun terlebih dahulu dirawat menggunakan larutan pemordan agar serat kain siap menyerap warna tumbuhan secara maksimal. Para siswa kemudian menata susunan daun jati di atas kain, menggulungnya dengan rapat, lalu mengukusnya selama kurun waktu dua jam untuk mengunci warna dan bentuk motif daun secara permanen pada kain.
Hasil kreasi kain cetak alami buatan pelajar Bantul ini memiliki nilai estetika dan nilai jual ekonomi yang sangat tinggi di pasar produk kerajinan tekstil. Keunikan motif serat daun jati yang berbeda satu sama lain menjadikan kain buatan siswa ini sangat diminati oleh kalangan pencinta produk fashion ramah lingkungan. Selain daun jati, siswa juga bereksperimen menggabungkan daun lanang dan jarak untuk menciptakan variasi warna dan tekstur motif yang lebih kaya dan artistik.
Kegiatan praktik kerajinan tangan ini tidak hanya mengasah kreativitas seni siswa, tetapi juga memberikan pembekalan jiwa kewirausahaan berbasis potensi alam lokal Bantul. Pelajar diajarkan cara menghitung biaya produksi, menentukan harga jual, hingga memasarkan produk kain ecoprint melalui media sosial secara profesional. Keterampilan ini menjadi modal berharga bagi siswa untuk mengmbangkan usaha mandiri kreatif berbasis lingkungan di masa depan setelah lulus sekolah.
Inovasi pembuatan kain motif alami ini terus mendapat dukungan dari dinas perindustrian dan koperasi setempat melalui pelatihan lanjutan dan fasilitatan pameran UMKM. Penggunaan bahan pewarna alami terbukti aman bagi lingkungan karena tidak menghasilkan limbah beracun yang mencemari saluran air. Melalui pengembangan produk cetak alami daun jati ini, para pelajar Bantul sukses menunjukkan harmoni sempurna antara pelestarian alam, seni tekstil, dan nilai ekonomi kreatif kawasan.
