Pembangunan sumber daya manusia (SDM) yang unggul merupakan prioritas utama bagi kemajuan bangsa, tak terkecuali di sektor kelautan dan perikanan. Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) secara konsisten berupaya untuk tingkatkan kualitas talenta di bidang ini, salah satunya melalui optimalisasi Program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM). Inisiatif ini dirancang untuk menciptakan lulusan yang tidak hanya menguasai teori, tetapi juga memiliki keterampilan praktis yang relevan dengan kebutuhan industri.
KKP memahami bahwa pendidikan vokasi yang efektif harus mampu menjembatani kesenjangan antara dunia pendidikan dan dunia kerja. Oleh karena itu, dalam implementasi sistem pendidikan vokasinya, KKP menerapkan porsi praktik sebesar 70 persen dan teori 30 persen. Pendekatan ini memastikan bahwa mahasiswa memiliki pengalaman langsung yang memadai di lapangan, sehingga mereka lebih siap menghadapi tantangan riil di industri kelautan dan perikanan. Pola ini secara signifikan membantu tingkatkan kualitas talenta yang dihasilkan.
Sebagai bentuk dukungan nyata terhadap pelaksanaan MBKM, berbagai satuan pendidikan di bawah KKP, seperti Politeknik KP Sidoarjo di Jawa Timur, telah menerima puluhan mahasiswa untuk program magang atau praktik kerja. Misalnya, pada awal tahun 2024, Lembaga Riset dan Mutu Produk Hasil Perikanan (LRMPHP) menerima 29 mahasiswa Politeknik KP Sidoarjo. Keterlibatan langsung mahasiswa dalam kegiatan operasional dan riset di lembaga-lembaga tersebut memberikan pengalaman berharga yang tidak dapat diperoleh di bangku kuliah semata.
Program MBKM sendiri merupakan kebijakan dari Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi yang bertujuan untuk mendorong mahasiswa menguasai berbagai ilmu dan keahlian yang bermanfaat untuk memasuki dunia kerja. Melalui program ini, mahasiswa diberikan kebebasan untuk mengambil mata kuliah di luar program studi, melakukan magang industri, proyek desa, penelitian, atau bahkan kegiatan wirausaha. Fleksibilitas ini krusial untuk tingkatkan kualitas talenta agar adaptif dan berdaya saing global.
Sebagai contoh, pada hari Jumat, 29 Maret 2024, di Gedung Mina Bahari IV KKP, Jakarta Pusat, Kepala Badan Riset dan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan (BRSDM KP), Dr. Irsan S.T., M.Sc., menyampaikan bahwa target serapan lulusan pendidikan KKP di sektor industri akan meningkat menjadi 90% pada tahun 2026. Beliau menekankan, “Optimalisasi MBKM adalah kunci untuk memastikan lulusan kita tidak hanya berpengetahuan, tetapi juga memiliki kompetensi praktis yang dibutuhkan oleh industri.” Dengan demikian, upaya KKP dalam memaksimalkan MBKM merupakan investasi strategis untuk pembangunan SDM kelautan dan perikanan yang tangguh dan profesional.
